Tampilkan postingan dengan label pensiun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pensiun. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 September 2011

MENETAPKAN TUJUAN HIDUP YANG BERBEDA!

Bagi Byron Nelson, seorang pemain golf professional, tahun 1945 adalah tahun yang luar biasa baginya. Dari 30 turnamen yang diikutinya, secara mengagumkan, ia memenangi 18 turnamen – 11 diantaranya ia menangi secara berturut-turut. Sebenarnya ia memiliki pilihan untuk melanjutkan karirnya dan mungkin ia akan menjadi pemain terhebat di zamannya. Namun, itu bukanlah tujuannya. Dengan bermain golf, ia bertujuan menghasilkan sejumlah uang yang cukup untuk membeli sebuah peternakan dan menghabiskan sisa hidupnya dengan melakukan hal-hal yang paling disukainya. Jadi alih-alih melanjutkan karir olahraganya yang sedang memuncak, Nelson memilih pensiun di usia 34 tahun untuk menjadi seorang peternak. Ia mempunyai tujuan-tujuan yang berbeda. Nah apa yang menjadi tujuan atau impian Anda? Apakah akan bekerja terus dan pensiun pada usia 60 tahun seperti kebanyakan orang pada umumnya atau ada tujuan hidup yang berbeda. Saya sendiri telah menetapkan untuk pensiun dan mencapai kebebasan financial di usia 40 tahun, dan memiliki lebih banyak waktu untuk diri sendiri, keluarga dan Tuhan. Semoga impian Anda dan saya tercapai. 

Manusia tanpa suatu tujuan adalah ibarat sebuah kapal tanpa kemudi – anak terlantar, hal sia-sia, bukan siapa-siapa. (Thomas Carlyle)
 
Tujuan hidup merupakan hal mendasar yang akan anda capai. Untuk itu anda harus merancangnya sebelum menggapainya. Berikut tipsnya yang saya kutip dari Hendra Kasenda.

1. Tentukan apa yang anda inginkan. Bermimpilah untuk apa yang akan datang. Tanyakan pada diri sendiri apa yang saya harapkan. Anda bermimpi dan andalah yang bisa menggapainya.
2. Tuliskanlah mimpi anda. Dengan menuliskan mimpi itu maka anda akan banyak mendapat manfaat dari hal penetapan prioritas dan bagaimana pencapaiannya.
3. Tetapkanlah Prioritas. Manakah yang penting? Inilah yang harus anda temukan saat menuliskan tujuan dan mimpi-mimpi anda.
4. Buatlah jadualnya. Misalanya 3 bulan atau 2 tahun dst. Jadual yang ada ini membuat anda akan on the track.
5.Uraikan mimpi anda dengan tugas-tugas harian. Hal ini akan membuat anda menjadi jelas dan menggapai semua cita-cita dan mimpi anda secara realisitis.

Selamat menggapai tujuan hidup anda.

Semoga menginspirasi. Sukses untuk Anda!
http://rusdygunawan.blogspot.com

Foto: Gong Hyun Joo as Kim Soo Bin You are My Destiny

Kamis, 29 Mei 2008

LANGKAH2 MEMBANGUN RENCANA MENJADI KAYA LEBIH CEPAT

“YOU PAY PEANUT, AND YOU GET MONKEY“

1. Pilih strategi keluar Anda terlebih dahulu. Kita harus mulai dari gambaran akhir yang kita inginkan, seperti dikatakan oleh Steven R. Covey dalam bukunya Seven Habits. Artinya, kita tentukan dulu tujuan kita. Misal, kita harus menentukan dulu umur berapa kita ingin pensiun, berapa banyak uang yang kita miliki saat itu, atau berapa banyak passive income kita pada waktu kita pensiun

2. Cari bidang yang bisa menghasilkan kekayaan seperti yang kita tentukan sebelumnya. Apabila yang kita kerjakan sekarang tidak memungkinkan kita untuk mencapai impian tersebut, segera lepaskan dan cari yang baru.

Kadang-kadang kita terus “menggenggam“ sesuatu, walau genggaman itu sebenarnya membelenggu kita. Seperti sebuah cerita mengenai orang Afrika yang suka menangkap monyet. Konon, di Afrika ada satu suku yang suka makan monyet. Mereka berburu monyet untuk dimakan. Cara berburu mereka bermacam-macam. Ada yang menggunakan panah, ada pula yang menggunakan sumpit. Yang paling menarik adalah cara menangkap monyet dengan menggunakan kendi. Mereka mengikat kendi dari tembaga pada pohon atau batu yang besar. Kendi itu kemudian diisi dengan kacang. Sebagian kacang ditaruh di luar kendi. Begitu melihat kacang tersebut, dan setelah memastikan kanan kiri bahwa situasinya aman, monyet tadi turun dan mulai memakan kacang tersebut. Ketika kacang di luar habis, monyet tersebut mulai melirik kacang yang ada di dalam kendi. Dia memasukkan tangannya untuk mengambil kacang. Karena monyet tadi menggenggam kacang, tangannya tidak bisa ditarik dari kendi yang tertambat di pohon yang besar. Dan monyet tersebut tidak mau melepaskan kacangnya. Akibatnya monyet tersebut tertahan terus, tidak bisa pergi. Bahkan sampai pemburu datang, tetap saja monyet itu tidak mau melepaskan genggamannya agar bisa lari. Kapan monyet tersebut mau melepaskan kacangnya? Ketika dia mati disembelih. Karena itu, ada peribahasa dalam bahasa Inggris, “You pay peanut, and you get monkey.“

Banyak dari kita yang sudah tahu bahwa yang kita kerjakan sekarang tidak akan membantu kita mencapai apa yang kita inginkan, tetapi takut kehilangan “kacang“ mereka, sampai mereka “disembelih“ (dipecat, pensiun). Evaluasi, apakah pekerjaan Anda sekarang bisa membuat kaya raya, kalau tidak “Let It Go“!

3.
Kita cari orang yang sudah berhasil mencapai impian untuk diajak kerja sama atau belajar kepada orang tersebut. Pangkas waktu untuk belajar dengan cara belajar langsung pada orang yang sudah sukses dalam bidang usaha yang hendak kita masuki.

4. Gunakan faktor kali atau leverage. Maksudnya, kita bisa menggunakan RICE (Resources, Ide, Contact, Expertise) dari orang lain.

Sudahkah Anda membuat rencana Anda untuk menjadi kaya, dan seberapa cepatkah rencana Anda?

Apa yang Anda tunggu? Kita hanya punya saat ini. Kita semua punya mimpi. Kita semua punya rencana menyangkut apa yang ingin kita lakukan di masa depan. Jangan menunggu tibanya saat dimana kita menyesali hal-hal yang tidak kita lakukan. Keluar dan mulailah menjalani kehidupan terbaik Anda!



Sukses untuk Anda dari Rusdy Gunawan.
http://rusdygunawan.blogspot.com