Tampilkan postingan dengan label kerja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kerja. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Oktober 2009

Dicari! 5 juta Pengusaha untuk Indonesia Bebas Pengangguran

Waktu saya memajukan diri (bukan mengundurkan diri, istilah yang saya dapat dari Tung Desem Waringin) dan memutuskan untuk menjadi pengusaha, banyak teman-teman dan saudara saya yang bertanya heran. Saya bilang, ya paling tidak saya telah memberikan satu lapangan pekerjaan untuk satu orang pengganti saya. Saat ini, meskipun masih kecil, usaha saya setidaknya telah membuka lapangan kerja untuk 20 orang.

Mengapa butuh 5 juta pengusaha? Menurut data, jumlah pengusaha atau entrepreneur di Indonesia baru 0,18% dari total penduduk Indonesia. Artinya baru sekitar 450.000 (data majalah Kesra-Menko Kesra menyebutkan 400.000 orang) penduduk Indonesia yang membuka usaha sendiri dan tidak tergantung bekerja pada pemerintah atau orang lain. Kalau setiap pengusaha mempekerjakan rata-rata 10 orang, maka baru ada 4,5 juta orang yang mampu diberdayakan. Lalu kalau setiap pengusaha mempekerjakan rata-rata 50 orang, maka baru 22,5 juta orang yang diberdayakan. Inilah kira-kira kondisi riil jumlah penduduk Indonesia yang tidak mengganggur saat ini (diluar pegawai pemerintah). Jumlah ini diluar angka pengangguran yang membengkak 10-30 juta orang. Artinya, Jumlah pengusaha Indonesia yang 0,18% ini masih jauh dari harapan keluarnya bangsa Indonesia dari krisis pengangguran.

Padahal idealnya sebuah negara akan maju jika minimal 2% penduduknya jadi pengusaha, baik pengusaha kecil, pengusaha menengah, ataupun pengusaha besar. Misalnya Amerika Serikat memiliki 12% pengusaha dari total penduduknya, Singapura 7%, Cina dan Jepang 10%.

Jika 2% dari 250 juta penduduk Indonesia adalah Pengusaha, berarti ada 5 juta pengusaha. Jika masing-masing pengusaha mempekerjakan rata-rata 10 orang, maka sudah 50 juta orang yang bebas dari pengangguran.Itu angka yg relatif kecil, karena ada banyak perusahaan yang mempekerjakan ratusan bahkan ribuan tenaga kerja. Kalau setiap pengusaha rata-rata mempekerjakan 50 orang, maka sudah 250 juta orang yang bebas dari pengangguran.

Pengangguran adalah status yang paling tidak mengenakkan bagi orang yang mengalaminya. Dia akan tertekan dari segala sisi, baik keluarga, mertua, tetangga, masyarakat, dan negara. Apalagi pengangguran terdidik dengan embel-embel gelar sarjana atau sejenisnya. Padahal penyelesaiannya hanya sederhana, Anda hanya bekerja pada pengusaha atau buka usaha.

Purdi E Chandra di Entrepreneur University selalu menggalakkan agar semua orang Indonesia jadi pengusaha. Sampai pernah di satu sesi ada yang bertanya kalau semua orang Indonesia jadi pengusaha terus siapa yang jadi pekerjanya? Dengan enteng Purdi E Chandra menjawab, ya kita impor dari Malaysia. Ha ha ha….

Semoga bermanfaat, sukses untuk Anda!

Be Your Own Boss
Entrepreneur University

http://www.purdiechandra.net
http://rusdygunawan.blogspot.com



Kamis, 27 Agustus 2009

Saatnya Pindah Kerja ???

Mengapa anda ingin pindah kerja? Ada banyak alasan mengapa seseorang berkeinginan untuk mencari pekerjaan baru. Tak jarang keinginan tersebut bersifat emosional hanya karena salah seorang rekan kerja kita mendapatkan pekerjaan baru. Kita menganggap mereka begitu beruntung, dan kita tak cukup beruntung mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.

Tetapi, sebenarnya tujuan terpenting dari keputusan kita untuk pindah kerja adalah untuk mendapatkan sebuah kehidupan yang kita angankan. Tak sedikit orang meninggalkan pekerjaan yang memberikan penghasilan besar hanya karena ingin bekerja pada profesi yang ia idam-idamkan sejak kecil.

Berikut ini ada beberapa keadaan, yang ditulis oleh Linda R. Dominguez, dari Executive Coaching and Resource Network, yang bila anda menemukan anda berada di salah satu atau lebih kondisi tersebut, anda bisa mempertimbangkan untuk pindah kerja.

1. Anda tidak menyukai atasan anda, atasan anda tidak menyukai anda, atau anda mempunyai konflik dengan atasan, kolega, bawahan, rekan kerja, kontraktor, custome, -- dan anda tidak bisa mengatasinya.
* Jika anda tak mampu mengatasi semua persoalan dan konflik yang terjadi di pekerjaan anda, maka jangan bebankan hidup anda sedemikian berat. Jika satu-satunya jalan pemecahan adalah keluar dari pekerjaan, maka pertimbangkan baik-baik.

2. Anda sedang merencanakan untuk menjalankan usaha anda sendiri, namun
anda sedikit khawatir untuk melakukan langkah pertama.
* Semakin lama anda bertahan di pekerjaan anda sekarang, semakin besar kekhawatiran anda untuk mengambil langkah pertama bagi bisnis anda sendiri.

3. Anda menderita stress berat akibat dari pekerjaan anda: sakit kepala, kurang tidur, gelisah, gangguan pencernaan, tertekan. Bahkan anda melimpahkan semua keputus-asaan yang anda derita dari kerja kepada keluarga.
* Semestinya bekerja adalah bagian dari tujuan kesejahteraan kehidupan anda. Jika pekerjaan anda sekarang justru menjauhkan anda dari tujuan tersebut, mengapa anda tak mempertimbangkan untuk meraih kehidupan yang lebih baik, yang terbebas dari tekanan dan derita?

4. Anda terbebani oleh pekerjaan, proyek, dan stress membuat anda gila.
* Jika anda ingin melakukan sesuatu yang anda senangi, dan anda menganggapnya sebagai bagian dari kebahagiaan hidup anda, tetapi pekerjaan telah menyita seluruh waktu anda, maka mungkin ini saatnya anda mencari pekerjaan yang memberikan kemungkinan luas bagi pemenuhan tujuan dan nilai-nilai pribadi anda.

5. Anda tidak bahagia pada pekerjaan anda. Bahkan sejumlah liburan pun takkan mampu memberi anda kebahagiaan itu.
* Anda akan bekerja baik dan memberikan hasil yang positif jika anda senang dengan pekerjaan anda. Mungkin tak selamanya kita mendapatkan pekerjaan yang kita idamkan, tetapi setidaknya kita bisa menyenangi pekerjaan yang sekarang ini.

6. Anda tak mendapatkan promosi yang semestinya anda terima. Malahan, orang lainlah yang mendapatkan posisi itu.
* Jangan bekerja dengan memelihara rasa dendam dan kecewa. Singkirkan itu dan terimalah keadaan sebagaimana adanya. Namun jika anda tak bisa menerimanya, jangan memiliki pandangan yang sempit. Di luar sana ada banyak kesempatan, jika itu benar-benar milik anda.

7. Anda terjebak dalam politik kantor yang berlarut-latur. Sedangkan para top manajemen di kantor anda tampak tidak memiliki integeritas.
* Tak perlu bersikap naif dalam menghadapi politik kantor. Itu adalah sesuatu yang biasa terjadi dimana-mana. Bila anda tak tahan, jangan korbankan integritas anda sendiri. Masih banyak kantor dan perusahaan yang menjunjung tinggi nilai-nilai keintegritasan seseorang.

8. Anda berada di lingkungan kerja yang kacau, kejam, kasar, bagai penjara dan tak menjunjung martabat karyawan.
* Bukankah kita mendambakan lingkungan kerja yang bermartabat, saling menghormati, menjunjung tinggi nilai-nilai profesionalisme? Jika anda tak mampu hidup di situasi yang keras (padahal bisnis itu keras) maka segera cari pekerjaan lain yang sesuai dengan jiwa anda.

9. Anda merasa usaha-usaha anda tak lagi dihargai.
* Keinginan dasar setiap orang adalah mendapatkan penghargaan. Bagi banyak orang, penghargaan adalah kehormatan. Jika kehormatan tak lagi dihargai, bagaimana anda bisa melakukan sesuatu dengan baik dan meraih kehidupan kerja dengan baik pula?

10. Anda merasa inilah saatnya untuk pindah, tetapi belum tahu dimana harus memulainya, atau takut untuk memulainya.
* Jika anda merasa sudah waktunya untuk pindah, karena alasan apa pun, sebenarnya ketakutan anda hanyalah penghalang besar yang perlu anda singkirkan.

Jika kondisi-kondisi di atas tampak jelas pada keadaan anda, mungkin inilah waktunya untuk melakukan perbaikan dalam karier dan kehidupan anda. Ada banyak alasan untuk melakukan perubahan yang positif. Pelajari kembali seluruh perjalanan karier anda sejujurnya. Pertimbangkan itu sebagai bagian dari kehidupan yang anda dambakan. Jika anda merasa harus melakukan suatu perubahan dalam pekerjaan anda, berbicaralah dengan seseorang yang anda percaya. Dapatkan pertimbangan- pertimbangan dan strategi untuk melakukannya. Kemudian, susun berbagai rencana untuk mewujudkannya. Selamat meraih sesuatu yang lebih baik.

Oleh: Linda R. Dominguez
Sumber: Mohamad Yunus
http://www.inspirasiindonesia.com
http://rusdygunawan.blogspot.com
http://facebook.com/rusdygunawan



KISAH EMBER DAN PIPA Sebuah Perenungan Terhadap Kerja

Alkisah ada dua orang bersaudara bernama Pablo dan Bruno. Mereka berdua bekerja sebagai pembawa ember, mengangkut air yang dibutuhkan desa tempat tinggal mereka dengan imbalan sekian rupiah per ember. Dalam hal ini mereka membarterkan ember yang mereka bawa dan waktu untuk mendapatkan uang. Sementara Pablo bekerja, ia berpikir bagaimana mengerjakan tugas tersebut dengan lebih efisien, dengan ide untuk membangun saluran pipa yang dapat mengalirkan air dari sumbernya ke desa.

Bruno, saya punya rencana,” kata Pablo keesokan harinya saat mereka mengambil ember- ember dan berangkat menuju ke sungai.”Daripada kita mondar-mandir membawa-bawa ember hanya untuk mendapatkan beberapa rupiah per hari, kenapa kita tidak sekalian saja membuat sebuah saluran pipa dari sungai ke desa kita”. Bruno menghentikan langkahnya seketika. “Saluran pipa! lde dari mana itu ?!!” seru Bruno.

Bruno tidak tertarik dan mentertawakan ide Pablo. Namun, Pablo sangat yakin akan impiannya, dan memutuskan untuk mengerjakan proyek tersebut sendirian. Sementara itu, Bruno hidup dengan nyaman bahkan cenderung mewah karena pekerjaan membawa ember ternyata memberikan penghasilan yang memadai. Bruno dapat membeli rumah, kendaraan, dan keperluan lainnya, serta tak ketinggalan juga mentraktir teman-teman minum di kedai kopi. Pekerjaan Pablo memang berat karena harus bekerja ekstra, sambil membangun saluran pipa, ia masih harus bekerja di siang hari untuk menghidupi keluarganya.

Dari hari menjadi minggu, dari minggu menjadi bulan bahkan akhirnya hitungan tahun Pablo bekerja siang malam tak kenal lelah membangun saluran pipa. Mula-mula hanya beberapa meter, kemudian menjadi ratusan meter, hingga akhirnya puluhan kilometer saluran pipa berhasil menghubungkan sumber air ke desanya. Ketika akhirnya pekerjaan itu rampung, seluruh desa menjadi senang karena mendapat pasokan air yang terus-menerus dari saluran pipa tersebut, tak peduli siang atau malam.

Seluruh desa tak lagi kuatir pasokan terhenti ketika pembawa ember sedang sakit atau berlibur. Pablo pun mendapat penghargaan atas jasanya, serta penghasilan yang berlimpah, seperti pipa yang mengalirkan air. Sekarang Pablo tak perlu lagi mengangkut air dengan menggunakan ember. Sementara itu, kondisi Bruno semakin memprihatinkan karena tenaganya semakin berkurang dimakan waktu dan punggungnya semakin bongkok menopang beban. Jika tidak bekerja, ia tidak akan mendapatkan penghasilan.

Siapakah Anda?” Seorang pembawa ember? Ataukah seorang pembuat saluran pipa? Apakah Anda hanya mendapatkan gaji kalau Anda datang ke tempat pekerjaan, seperti Bruno Si Pengangkat ember ? Ataukah Anda termasuk orang yang bekerja hanya sekali saja kemudian Anda dibayar terus menerus, seperti Pablo pembuat saluran pipa? Yang saya maksud bukan pembuat saluran pipa air ledeng, tapi pipa penghasilan !!!

Kisah Ember dan Pipa ini sangat menarik untuk direnungkan, namun sayang sekali banyak dipakai oleh orang-orang MLM (Multi Level Marketing) untuk menarik sebanyak mungkin downline. Sehingga ketika mereka gagal mereka menganggap mustahil untuk membangun pipa dan akhirnya kembali mengangkut ember. Padahal MLM bukanlah satu-satunya cara untuk menjadi pipa. Masih banyak cara lainnya misalnya dengan membuka usaha dan membuat sistem agar usahanya bisa dijalankan oleh karyawan. Banyak orang yang bekerja keras mempertaruhkan waktu dan tenaganya seperti pengangkut ember. Tidak peduli siang atau malam, hujan ataupun tidak mereka bekerja keras untuk mendapatkan uang hanya untuk sekedar memenuhi kebutuhan hidup. Namun yang menjadi masalah sekarang adalah, pertama waktu terbatas hanya 24 jam dan yang kedua adalah TIDAK SELAMANYA KITA BEKERJA.

Nah mari berpikir ulang bagaimana caranya mendapatkan penghasilan berkesinambungan seperti sebuah saluran pipa yang mengalirkan airnya tanpa perduli siang ataupun malam.

"Elemen terpenting kita bukan pada otak. Namun, pada apa yang menuntun otak kita - kepribadian, hati, kebaikan dan ide-ide progresif." -Fyodor Destoyevsky



Semoga menginspirasi, Sukses untuk Anda!
http://rusdygunawan.blogspot.com
http://facebook.com/rusdygunawan