Tampilkan postingan dengan label cermin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cermin. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 September 2009

PIKIRAN adalah REFLEKSI, KATA-KATA adalah CERMIN

Sebuah cermin tidak sekadar memantulkan bayangan visual, tapi juga memantulkan pikiran kita, seringnya pendapat kita tentang diri sendiri. Justru pikiran ini lebih penting dari pada penampilan luar kita. Pikiran adalah pantulan cinta kita pada diri sendiri, ego kita, ketidaksukaan kita pada diri sendiri. Cara kita memperlakukan diri sendiri dan pendapat keseluruhan kita tentang diri sendiri.

Kata-kata adalah cermin karena perkataan memantulkan beberapa pengetahuan tentang pendapat seseorang mengenai dirinya sendiri, meski mungkin mereka sedang membicarakan orang lain. Sadarilah perkataan Anda, khususnya perkataan yang muncul dari hati dan jiwa kita. Meski sedang membicarakan orang lain, sebenarnya kita mengatakan sesuatu yang lebih banyak tentang diri sendiri. Semua kata adalah cermin yang memberikan kesempatan kepada Anda untuk melihat ke dalam jiwa sendiri.


Pikirkanlah…

Hari ini sebelum kita mengatakan kata-kata yang tidak baik,
Pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berkata-kata sama sekali.

Sebelum kita mengeluh tentang rasa dari makanan,
Pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

Sebelum Anda mengeluh tidak punya apa-apa,
Pikirkan tentang seseorang yang minta-minta di jalan.

Sebelum kita mengeluh bahwa kita buruk,
Pikirkan tentang seseorang yang berada pada keadaan terburuk dalam hidupnya.

Sebelum mengeluh tentang suami atau isteri Anda,
Pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan teman hidup.

Hari ini sebelum kita mengeluh tentang hidup,
Pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat.

Sebelum kita mengeluh tentang anak-anak kita,
Pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul.

Sebelum kita mengeluh tentang rumah kita yang kecil atau tidak layak, Pikirkan tentang orang-orang yang tinggal di jalanan.

Dan di saat kita letih dan mengeluh tentang pekerjaan,
Pikirkan tentang pengangguran dan orang-orang cacat yang berharap memiliki pekerjaan seperti kita.

Sebelum kita menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain, ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa.

Dan ketika kita sedang bersedih dan hidup dalam kesusahan, Tersenyum dan ber-terimakasih lah kepada Tuhan bahwa kita masih hidup !

Sukses untuk Anda !
http://rusdygunawan.blogspot.com
http://facebook.com/rusdygunawan


Selasa, 16 Desember 2008

BERCERMINLAH PADA DIRI SENDIRI

Entah kehidupan sedang berjalan dengan baik untuk kita atau sedang runtuh di depan mata kita, kita semua ingin menjadi lebih baik. Kita ingin menjadi orang yang lebih baik, karyawan yang lebih baik, atasan yang lebih baik, pasangan yang lebih baik, orang tua yang lebih baik, dan mengenal Tuhan lebih baik. Tapi apa yang harus kita lakukan untuk menjadi lebih baik?

Bila dua cermin saling berhadapan, akan muncul pantulan yang tak terhingga. Itulah yang terjadi bila kita mau bercermin pada diri sendiri. Kita akan menemukan bayangan yang tak tehingga. Bayangan itu adalah kemampuan yang luar biasa; ketakterbatasan yang memberi

Foto:Ribka Susy

kekuatan untuk menembus batas rintangan diri. Bercerminlah pada diri sendiri, dan temukan kekuatan itu.

Singkirkan cermin diri orang lain. Di sana hanya terlihat kekurangan dan kelemahan kita yang akan memupuk ketidakpuasan saja. Dan ini akan menjerumuskan kita ke dalam jurang kekecewaan.

Kita bukan orang lain. Kita memiliki jalan keberhasilan sendiri. Mulailah hari ini dengan menatap wajah kita. Carilah bayangan yang tak terhingga itu. Di sana ada kekuatan yang akan membawa kita ke puncak keberhasilan.



rusdygunawan@yahoo.com
http://rusdygunawan.blogspot.com

Minggu, 25 Mei 2008

Jadikan Diri Sebagai Cermin

Kita semua pasti pernah bercermin. Apa yang kita lihat di cermin? Cermin pasti akan memantulkan gambar yang sebenarnya. Bagaimana bila saat kita bercermin ternyata cerminnya tidak berfungsi dengan benar. Misalnya, kalau di wajah kita ada kotoron, tapi di cermin tidak memantulkan kotoran itu. Sehingga kita merasa wajah kita bersih, padahal ada kotoran. Pasti kita merasa tidak nyaman karena kita tidak mengetahui apa yang sebenarnya.

Dalam kehidupan sehari-hari, mungkin pernah teman, sahabat, atau kerabat yang bertanya kepada kita dan kita sungkan menjawab yang sebenarnya. Misalnya, ”Bagaimana sih menurutmu cara berpakaianku ?” Walau dia berpakaian tidak bagus, tidak pantas, atau kurang senonoh, tapi karena sungkan kita akan menjawab, ”Bagus, bagus, bagus....” Kalo seperti itu, berarti kita sudah tidak menjadi cermin yang benar. Karena kita tidak mengatakan keadaan yang sejujurnya tentang cara berpakaiannya.

Nah, bagaimana kita dapat menjadi cermin? Kita sebaiknya mengatakan apa adanya. Kita katakan bagus kalau sudah bagus, kita katakan kurang kalau masih ada yang kurang. Kita tidak perlu memperburuk, kalau dia memang sudah bagus.

Jadi kalau ada teman, sahabat, atau kerabat yang melakukan kesalahan, kata-katanya kasar, suka semaunya sendiri, harusnya kita katakan dengan jujur. Kita harus menjadi cermin yang baik baginya. Supaya ketika melihat ada kotoran di wajahnya, dia dapat membersihkannya. Sehingga dia dapat memperbaiki dirinya. Lebih mengembangkan diri, lebih baik dalam kehidupannya, dalam berinteraksi, dalam study, dalam berbisnis, dalam berteman, dan dalam segala hal.

Kalau kita merasa cermin sangat bermanfaat bagi diri kita, sehingga setiap hari kita bercermin, alangkah indahnya bila diri kita sendiri dapat menjadi cermin.



Sukses untuk Anda dari Rusdy Gunawan.
http://rusdygunawan.blogspot.com